KEUTAMAAN UMROH
1. Umrah adalah jihad sebagaimana ibadah haji
‘Aisyah berkata,
قُلْتُ
يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلَى النِّسَاءِ جِهَادٌ قَالَ « نَعَمْ عَلَيْهِنَّ
جِهَادٌ لاَ قِتَالَ فِيهِ الْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ ».
“Wahai
Rasulullah, apakah wanita juga wajib berjihad?” Beliau shallallahu
‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya. Dia wajib berjihad tanpa ada
peperangan di dalamnya, yaitu dengan haji dan ‘umroh.” (HR. Ibnu Majah no. 2901, hadits ini shahih sebagaimana kata Syaikh Al Albani).2. Menghapus dosa di antara dua umrah
Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا ، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ
“Antara
umrah yang satu dan umrah lainnya, itu akan menghapuskan dosa di antara
keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasannya melainkan surga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349)3. Umrah menghilangkan kefakiran dan menghapus dosa
Dari Abdullah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تَابِعُوا
بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ
وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ
وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلاَّ
الْجَنَّةُ
“Ikutkanlah
umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan
dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas,
dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali
surga.” (HR. An Nasai no. 2631, Tirmidzi no. 810, Ahmad 1/387. Kata Syaikh Al Albani hadits ini hasan shahih)Ibadah mulia ini pun dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat baik tatkala beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup atau pun ketika sudah tiada. Ini pun menunjukkan kemuliaan ibadah tersebut.
Semoga Allah mudahkan kita melakukan ibadah yang mulia ini. Wallahu waliyyut taufiq.
JADI, kenapa harus di tunda-tunda untuk UMROH, AYO UMROH NIAT KAN SEKARANG JUGA.
Kenapa umrah bisa menjadi rezeki? Saya ingin meyakinkan teman-teman yang ragu-ragu atau mungkin tak pernah berniat untuk umrah. Begini, kalau saja kita mengorbankan uang kita misalnya untuk sedekah, Allah akan lapangkan uang kita. Kalau dalam dhuha kita korbankan waktu kita, maka Allah akan lapangkan waktu kita. Nah, kalau kita umrah ini luar biasa, kita korbankan uang dan kita luangkan waktu. Jadi pengorbanan kita dua, uang dan waktu. Uangnya untuk umrah tentu luar biasa, minimal sekitar 20-30-an juta. Waktunya juga luar biasa berkorbannya, kita yang karyawan biasa misalnya, mendapat waktu 15-20 hari itu tidak mudah atau bagi pengusaha juga sama, ia harus mengorbankan bisnisnya yang belum tentu berjalan baik jika ia tinggalkan. Nah, karena pengorbanan yang luar biasa inilah, efeknya adalah akan melapangkan uang dan rezeki kita. Masih nggak percaya? Kalau masih kurang yakin, teman-teman silakan cek atau lihat abangnya, saudaranya, orangtuanya, pamannya, yang pulang umrah. Mereka yang pulang dari umrah itu rezekinya malah semakin membaik. Aneh kan? Kita kan buang duit nih kesana, tapi efeknya justru memudahkan rezeki kita. Bisa semakin mudah uangnya, kesehatannya, atau dilipatgandakan pahalanya, dst. Makanya, saya sangat menyarankan teman-teman untuk (1) berumrah, (2) mengumrahkan.
"WAH!! saya
belum MAMPU, saya GAK PUNYA UANG, saya masih BANYAK DOSA", ini mungkin
yang Ada di pikiran kita kalau memang niat belum kuat. coba lihat
pengalaman Bapak GINTO seorang tukang pijit tuna netra saja bisa UMROH,
apakah karena dia banyak uang, kami yakin secara fisik saja Anda lebih
mampu dari beliau, ALLAH itu Maha adil UMROH itu bukan hanya untuk orang
yang banyak duit tapi UNTUK YANG MAMPU MEMILIKI NIAT YANG KUAT. Semua
Orang Pasti MAMPU ke Baitullah, Baik yang punya maupun yang tidak
punya, Karena yang ke Rumah ALLAH itu hanya yang Niatnya KUATbukan
yang Kaya Aja, yang Kaya Bisa Tidak Berangkat Karena Gak ada NIAT, tapi
yang Tidak Punya sekalipun Akan Berangkat Karena Punya NIAT yang kuat, Allah
Maha KAYA dan Maha Adil, Ke Baitulloh bisa di laksanakan oleh setiap
orang tanpa memandang status kekayaan, tapi lebih di lihat dari KUAT NYA NIAT.
Ini lah bukti, " Bpk Ginto seorang Tuna Netra tukang pijit, dengan niat yang kuat dapat melaksanakan Umroh, Subhanalloh Kebesaran Allah, dengan bergabung sebagai kemitraan Arminareka dan Niat yang KUAT Insya Allah di berikan kemudahan. Amiiin...




